Kulelah Khilaf

Tak terasa waktu menelan sisa umur.hari demi hari kulalui tanpa makna,ntah apa yang kupikirkan kini,semakin buyar saja tujuan hidupku.aku tau muara mana yang kutuju.smua orang tau,kampung akhiratlah yang kita tuju.tak ada satu orangpun bisa menyangkal itu ,apalagi menghindar,mustakhil.kematian akan datang kepada kita tak kenal kompromi,detik ini,hari ini esok atau lusa,pasti akan datang.sering terlintas dalam benak,kenapa aku tak mati sekarang saja,terlalu banyak dosa yang kuperbuat,lelah,jenuh,dengan istighfar istighfar yang dilantunkan oleh bibir kotor ini.tapi tidak itu bukan saya ,itu setan yang berbisik supaya kita menyerah supaya kita lebih jauh terpuruk kedasar neraka bersama iblis.aku sadar hidup itu berjuang.berjuang melawan segala bentuk keburukan dunia,berjuang melawan diri kita sendiri.nafsu kita,ego kita.tak mudah memang,dan inilah hidup yang sekarang kusadari.kuingin seperti mereka yang memilih mati karna rindu kampung halaman.kampung dimana kekasihnya menanti dalam kedamaian ,dalam kenikmatan yang tiadatara,tempatnya para bidadari,tempatnya keagungan,tampat yang kekal.

5 Tanggapan ke “Kulelah Khilaf”

  1. wigati Says:

    Wahhh..jangan lelah mengingat khilaf mas, tanda2 hati&nurani kita masih sehat katanya…
    Salam semangat :) , semoga dalam berkah Allah selalu

  2. achoey Says:

    kau orang baik bro :)

  3. abindasyaeful Says:

    tanem padi panen padi, tanem ubi panen ubi. khilaf itu dari hati, so jaga terus si hati biar selalu bersih. be the best Le..!

  4. kank_ripay Says:

    tetap semangat bro… kita perbanyak amal aja… tul gak???


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.